Cahaya di Tengah Kegelapan
Namaku Supardi Surya Kuncana, biasa dipanggil Pak Par oleh murid-muridku. Aku adalah guru di SD Bakti Mekar. Aku tinggal bersama istri dan kedua anakku. Anak laki-lakiku bernama Satya dan anak perempuanku bernama Sarti. Surya duduk di kelas 5 SD, sedangkan Sarti duduk di kelas 3 SD. Istriku, Sophia, adalah seorang ibu rumah tangga. Walaupun begitu, Sophia sering membantu perekonomian keluarga dengan cara menjual kue-kue hasil buatannya sendiri. “Hari ini Bapak membawa bekal kah?” tanya istriku. Aku menjawab, “Bawa saja, Bu.” Setelah siap menyiapkan semua keperluan kami, aku bergegas memanaskan motor dan pergi ke sekolah bersama Surya dan Sarti. Kebetulan anak-anak bersekolah di tempat aku mengajar. Dengan tergopoh-gopoh aku memarkir motor tua di tempat parkir guru seraya mengingatkan Satya dan Sarti agar belajar dengan baik. Mereka merupakan anak yang patuh, aku bangga menjadi Ayah mereka. “Selamat pagi, Pak Par,” sapa Bu Erni yang kebetulan lewat di depan kami. “Selamat pagi...